Reseller

Ingin Jadi Reseller, Inilah 14 Pengalaman yang Boleh Jadi Kamu Pelajari!


Dunia kewirausahaan saat ini seolah sangat menjanjikan sebagai salah satu pekerjaan tetap. Sebab seperti dalam hadist yang mengatakan,
“Sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah dalam perdagangan,” membuat beberapa di antara masyarakat meyakininya. Namun sebenarnya dalam sumber: sumbarprov.go.id disebutkan hadist ini ternyata lemah. Selanjutnya disebutkan bahwa yang sebenarnya tentang keutamaan berdagang disebutkan dalam hadist sahih Mutafaqqun ‘alaih, “Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memiliki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang.”

Alangkah baiknya dicek kembali kebenarannya terkait hal itu. Sebab secara penjelasan agama, jujur penulis dalam hal ini masih perlu banyak belajar lagi. Tetapi terlepas dari asal sahih hadist yang saya kutip dari sumbarprov.go.id, saya lebih setuju dengan hadist sahih yang sebelumnya dan penjelasan yang ada dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 275 yang artinya “… dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”  Sebab dalam berdagang banyak ilmu yang perlu dipelajari sehingga jika dilakukan dengan kaidah yang sesuai, justru darinya banyak keberkahan. Bahkan untuk kamu yang sedang belajar untuk berdagang. Nah, berikut ini beberapa pengalaman tentang jadi reseller yang bisa saya bagikan.

1.    Harus sabar menghadapi berbagai karakter

Ingat, pembeli adalah raja. Mereka memiliki keinginan yang harus dipenuhi dengan barang yang kita tawarkan. Jika barang yang ditawarkan sebagai pesanan yang tidak terpenuhi, maka pembeli dapat kecewa.

2.    Mengetahui kebutuhan waktu penerimaan barang

Pembeli ada yang sabar dalam menerima PO. Ada juga yang mengira barang yang ada di reseller sudah tersedia. Oleh karena itu deskripsi perolehan barang perlu dicantumkan.

3.    Usia pembeli yang beragam

Tidak semua pembeli yang berminat pada barang kita seusia dengan kita. Jika kamu orang yang sosial, gampang bergaul, lalu menyimpan banyak nomor kontak person banyak orang, boleh jadi mereka yang berbeda usia denganmu tertarik untuk membeli. Bukan untuk mereka, boleh jadi untuk orang lain yang terkasih, atau mereka jual kembali. Oleh karena itu memahamkan pembeli dengan memberikan pengetahuan lebih menjadi tugas bagi reseller.

4.    Harus banyak pengetahuan mengenai komponen barang yang dijual

Tidak semua reseller tahu mengenai barang yang dijualnya. Terkadang pembeli lebih memahami. Namun karena reseller ini menjual kembali barang dari orang lain, maka foto juga dari orang lain. Sebaiknya, mengetahui jenis barang yang jual akan sangat penting untuk meyakinkan pembeli. Selain bukan sekedar berucap saja, tetapi juga bukti.

5.    Pernah mencoba produk yang dijual

Ini berkaitan dengan poin nomor 4. Sebab dengan memiliki pengalaman pernah mencoba atau membeli produk yang dijual ke pelanggan, maka tingkat untuk meyakinkan juga semakin tinggi. Hal ini jelas membutuhkan pengorbanan dari reseller. Karena jelas barang yang dibelinya belum tentu digunakan. Namun ingatlah, kepercayaan pelanggan lebih utama untuk memperpanjang rezeki reseller daripada hanya sekedar pengetahuan tanpa pengalaman.

6.    Jangan lupa foto atau review produk yang sudah ada di tangan

Real picture sangat mempengaruhi pembelian. Jika barang tidak mampu dibeli sebagai pengalaman. Setidaknya real picture (gambar asli) milik pelanggan perlu difoto/ video sebelum mendarat di tangan pelanggan. Ini akan menjadi stok galeri pribadi yang ori tanpa mencomot gambar dari sumber lain yang sudah berkali-kali dibagikan. Sehingga menjadi keraguan. Ingatlah bahwa hasil jepretan kamera tidak sama. Perlu memahami ini.

7.    Menahan diri untuk berfoya

Sebagai reseller awal, mungkin akan sangat menggiurkan membeli banyak barang untuk dijual kembali. Selain karena poin nomor 4 dan 5, biasanya reseller membeli karena harga lebih murah dan seolah modal yang didapatkan kembali dengan cepat. Baik. Mungkin tidak semuanya sependapat dengan hal ini, namun ingatlah laba dari penjualan terkadang belum sepenuhnya terkumpul untuk menjadi modal baru. Sebab keuntungan akan di awal dapat menjadi pengembang usaha baru. Usahakan tidak menggunakan untuk kebutuhan pribadi terlebih dahulu. Atau buatlah manajemen perputaran dan pembagian, agar keuangan terkendali.

8.    Jangan emosi jika teman jadi reseller

Ingatlah rezeki tidak akan tertukar. Rezeki sudah ada yang mengatur. Selalu bahagialah saat kamu mengunggah foto produk kamu. Kemudian serahkan hasilnya pada tuhanmu. Jika kamu seorang muslim, wajib memercayai apa yang diberikan Allah itu pasti baik bagimu. Ingatlah boleh jadi hari ini belum rezeki uang, tapi rezeki yang lain masih jalan. Misalnya kamu masih hidup, masih bisa bernapas, masih bisa pegang handphone dan sosmed, dan banyak lainnya.

9.    Jangan unggah penghasilan, kecuali memang butuh tambahan anggota

Kalau ini lebih pada pendapat saya pribadi. Pertimbangannya ialah kebalikan dari nomor tujuh. Apabila kita menjadi orang yang melihat penghasilan orang yang berhasil di bidang yang sama, kemungkinannya ada dua. Tertarik lalu ingin mempelajari dan bergabung jadi anggota, atau malah menjauhi dan memusuhi karena iri dengan pencapaian. Nah tentu kita tidak ingin hal kedua ini terjadi kan. Kita jualan, bukan cari persaingan, lalu bermusuhan, kemudian mengurangi teman.

10.  Jadi reseller bisa membuka peluang membantu teman reseller

Bukan sekedar kerja sama, tetapi boleh jadi mengurangi produk yang serupa ketika dijual. Karena jika kamu mengunggah produk serupa pada teman yang sama, boleh jadi pembeli akan membandingkan harga produkmu dengan punya temanmu. Kecuali memang kamu punya kontak yang berbeda dengan temanmu yang sama-sama menjual produk yang sama. Itu tidak masalah, tergantung dari bagaimana respon pembeli.

Namun jika yang dijual sama, harga hampir sama, mungkin akan lebih baik menjadikannya satu pintu. Karena pembeli kemungkinan tidak akan membandingkan harga. Sebab kamu menjual punya temanmu, atau sebaliknya dengan satu pintu penjualan saja. kamu juga memperoleh untung, temanmu juga. Luas area pemasaran juga bertambah.

11.  Jadi reseller bisa melihat pangsa pasar

Jangan ragu untuk menawarkan harga, dan survey harga atau minat. Jualan hal yang berbeda sama sekali bukan hal yang buruk. Sebab perbedaan akan menambah nilai kelengkapan pasar online. Ibarat temanmu jual baju, kamu jual kerudungnya. Saling melengkapi.

12.  Dapat memperbanyak marketplace sumber

Karena jadi reseller sekaligus merawat kepercayaan pelanggan, kamu dapat memperbanyak marketplace sumber mengambil barang. Sebab kalau stok di toko satu tidak ada, kamu masih bisa lari ke toko lainnya. Tentunya, dengan mencari marketplace yang serupa. Hal ini menghindari kualitas produk yang tidak sama. Atau harga yang kamu jual justru terlalu tinggi atau rendah, sehingga mempengaruhi ketetapan harga jual yang kamu buat.

Tentunya untuk mencari banyak marketplace sumber yang hampir mirip butuh kejelian, dan kesabaran. Sebab dari sini kamu harus mempertimbangkan ongkos kirim, kualitas barang, dan harga jual kembali.

13.  Mengembangkan softskill copywrite

Sebagai reseller bahasa penjualan perlu di-upgrade. Sebab pembaca perlu pengetahuan baru. dengan membaca banyak bahasa dari kamu, pelanggan tidak bosan membuka galeri. Mereka terbantu dengan deskripsi yang kamu buat. Sehingga secara tidak langsung lambat laun mereka tertarik. Kamu juga semakin dikenal. Tapi hindari perkataan dusta ya!

14.  Mengembangkan softskill visual pemasaran

Selain dalam bentuk tulisan copywrite, kamu juga bisa menjadi ahli dalam bidang visualisasi barang yang kamu jual. Sebab dengan mengubah banyak mode visual, pelanggan seolah diberikan hiburan atau nuansa baru dari barang yang sama yang kamu buat. Sehingga mereka tidak bosan melihat galerimu.

 

Itulah berbagai pengalaman menjadi reseller, yang di antaranya kamu mungkin pernah merasakan hal serupa. Apapun itu, setidaknya menjadi reseller memberikan kita ilmu baru dalam berinteraksi sosial dengan banyak orang. Tetap berbuatlah baik dengan strategi yang baik pula. Terutama kejujuran, dan kedua pihak ridho. Apalagi janganlah memaksa saat menjual barang. Ingatlah rezeki tidak tertukar, karena itu sudah berasal dari Tuhan, tinggal bagaimana seorang hamba mensyukuri dan mengusahakan, berkali-kali. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Apabila ada yang kurang berkenan, saya mohon maaf.

 

Sumber Rujukan:
Industrial.uii.ac.id/jual-beli-dalam-islam/…
sumbarprov.go.id
Sumber Gambar:
Pixabay.com-https://pixabay.com/id/photos/perdagangan-elektronik-online-toko-3640321/

Jombang, 9 September 2021
Devi Nur Sugiarti